MedanBisnis - Medan. Sebanyak 60 orang petugas dari Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan (keswan) yang ada di tempat penjualan hewan kurban di Medan. |
"Untuk secara keseluruhan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Sumatera Utara (Sumut) telah menurunkan Tim Pemantau dan Pengawas Hewan Kurban di masing-masing kabupaten/kota di Sumut," kata Kepala UPT Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnak Keswan Sumut Yusnaria Panjaitan, Selasa (6/9) di Medan.
Menurutnya, pemantauan hewan kurban sudah dilakukan sejak Senin (5/9) sampai dengan perayaan Idul Adha yang jatuh pada hari Senin (12/9). Tim pemantau kesehatan hewan, akan disebar ke lokasi-lokasi penjualan hewan kurban yang ada si Sumut.
Selain memeriksa kesehatan hewan, lanjut Yusnaria, tim juga akan memantau kelayakan hewan yang akan dikurbankan apakah sudah sesuai dengan syarat yang ditentukan atau tidak.
Misalnya, umur hewan untuk sapi dan kerbau minimal dua tahun. Sedangkan untuk kambing/domba minimal satu tahun, kemudian hewan tidak boleh cacat, dan tidak boleh betina. Terhadap jumlah hewan baik sapi/kerbau maupun kambing/domba yang akan dikurbankan, menurut prediksi Yusnaria, mengalami peningkatan antara 10-20 persen dibanding tahun lalu.
Secara keseluruhan di Sumut, kata dia, jumlah sapi yang dikurbankan untuk tahun lalu sebanyak 30.055 ekor, kerbau sebanyak 795 ekor, kambing 11.907 ekor dan domba 5.318 ekor. "Tahun ini, prediksi kami kenaikkannya berkisar 10-20 persen," katanya lagi.
Sementara itu, tim medis hewan dari Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan Labuhan Siregar, yang baru melakukan pemeriksaan di lokasi penjualan hewan kurban di Jalan Avros, Kecamatan Medan Polonia, mengatakan, dari pemeriksaan hewan kurban yang mereka lakukan sejauh ini tidak ada masalah.
Hanya ada beberapa ekor sapi terlihat gejala cacingan tetapi itu tidak menjadi masalah. "Pemeriksaan hewan yang paling penting adalah, hewan tersebut harus sehat, tidak cacat dan cukup umur," jelasnya.
Sementara itu, Syamsul Effendi Rangkuti, peternak sekaligus penjual hewan kurban di lokasi pemeriksaan itu mengatakan, pemeriksaan hewan kurban ini sudah rutin dilakukan pemerintah setiap tahunnya menjelang Hari Raya Idul Adha.
Dan, untuk sapi yang mau dijual, dia mengaku sudah membuat persiapan sebanyak 150 ekor dengan rata-rata timbangan antara 60 kg - 280 kg daging. "Ini hanya persiapan saja, tetapi sejauh ini pemesanan sudah mencapai 40 persen dari 150 ekor yang kita siapkan," jelasnya.
Memang kata dia, penjualan sapi tahun lalu menurun hanya mencapai 73 ekor dibanding tahun 2014 sebanyak 137 ekor. Penurunan itu akibat krisis global yang terjadi. "Tahun ini saya hanya bisa berharap terjual 75 ekor sapi," jelasnya.
Untuk harga jual menurut Syamsul, sama dengan tahun lalu, antara Rp 11,5 juta hingga Rp 40 jutaan, tergantung bobot sapinya. (junita sianturi)
Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2016/09/07/255724/petugas-keswan-lakukan-pemeriksaan-hewan-kurban/
Lihat juga video Proses penimbangan sapi, menggunakan timbangan hewan :
|
Senin, 24 Oktober 2016
Petugas Keswan Lakukan Pemeriksaan Hewan Kurban
Filed in:
Timbangan sapi
.jpg)
About Jaya Stainless
JAYA STAINLESS STEEL merupakan perusahaan bergerak dibidang produk-produk stainless steel melayani pembuatan Tempat Sampah atau produk-produk stainless steel seperti peralatan industri makanan, peralatan industri perhotelan, peralatan kantor dan rumah tangga lainnya yang berbahan dasar stainless steel.